Ijazah Do’a Khusus surat Al-Waqi’ah
Mendapatkan Harta Kekayaan tanpa susah payah
Surat Al-Waqi‘ah merupakan salah satu surat yang turun sebelum Nabi saw berhijrah ke Madinah. Demikian pendapat mayoritas pakar ilmu Al-Qur’an. Sementara ulama berpendapat bahwa ada beberapa ayat yang turun setelah Nabi saw berhijrah.
Al-Qurthubi misalnya mengemukakan riwayat yang bersumber dari sahabat Nabi saw, Ibn Abbas, bahwa ayat 82 turun di Madinah. Ada lagi riwayat yang menyatakan bahwa ayat tersebut dan satu ayat sebelumnya turun dalam perjalanan Nabi saw ke Makkah, sedang ayat 39-40 turun dalam perjalanan Nabi saw ke Madinah pada perang Tabuk. Namun riwayat-riwayat ini tidak mendapat dukungan pakar-pakar Al-Qur’an.
Namanya Al-Waqi’ah telah dikenal pada masa Nabi saw ketika Sayyidina Abu Bakar ra menyampaikan kepada Nabi saw bahwa beliau terlihat telah tua. Nabi saw berkomentar: “Aku dijadikan tua oleh surat Hud, al-Waqi’ah, al-Mursalat, Amma yatasa “alun dan Idza asy-Syamsu Kuwwirat.” (HR. at-Tirmidzi melalui Ibn “Abbas).
Selain itu, dalam kitab Fadhailu Al-Qur’an li Ibni ad-Dharis, halaman 103 menjelaskan bahwa membaca surat Al-Waqi’ah sangat dianjurkan dalam Islam. Pasalnya, Al-Waqi’ah memiliki keutamaan yang luar biasa, di antaranya adalah mendapat cinta dari Allah swt dan manusia. Rasulullah saw bersabda bahwa barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, tidak akan mengalami kesempitan rezeki.
Lebih jauh lagi, setiap orang yang membaca surat ini juga membawa keberkahan dalam kehidupan duniawi serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sifat surga dan neraka, sehingga memotivasi untuk berusaha mendapatkan surga dan menjauhi neraka. Simak penjelasan berikut;
أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَخَلَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَهُوَ وَجِعٌ، فَقَالَ: لَوْ أَوْصَيْتَ إِلَيْنَا فَإِنَّكَ إِنْ تُخْلِفْ أَوْ تَدَعْ بَنَاتٍ حَفِظْنَاهُنَّ مِنْ بَعْدِكَ، فَقَالَ: إِنِّي قَدْ عَلَّمْتُهُنَّ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ، وَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” مَنْ قَرَأَهَا أَحْسَبُهُ قَالَ: فِي كُلِّ لَيْلَةٍ عُوفِيَ مِنَ الْفَقْرِ
Artinya: “Diceritakan bahwa Utsman bin Affan, radhiyallahu ‘anhu, mengunjungi Abdullah bin Mas’ud saat beliau sedang sakit. Utsman berkata, “Wahai Abdullah, seandainya engkau berwasiat kepada kami, karena jika engkau meninggal atau meninggalkan anak perempuan, kami akan memelihara mereka setelah kepergianmu.” Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Aku telah mengajari mereka surat Al-Waqi’ah, dan aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membacanya setiap malam, aku kira beliau berkata, ‘akan terhindar dari kemiskinan’.” [Muhammad Ayyub Al-Bajili, Fadhailu Al-Qur’an li Ibni ad-Dharis [Damaskus: Darul Fikr, 1987 M], halaman 103].
Membaca surat Al-Waqi’ah memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan dalam Islam. Salah satu keutamaannya, sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban, halaman 34, adalah kemampuannya untuk membantu menghindari dari kefakiran dan kemiskinan.
Surat Al-Waqi’ah merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang menggambarkan peristiwa hari kiamat dan pahala bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam konteks keuangan, membaca surat ini diyakini dapat membawa berkah rezeki dan melindungi dari kesulitan ekonomi.
Dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, dijelaskan bahwa barang siapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, dia akan dijaga dari kemiskinan. Nabi bersabda:
سمعت رسول الله ﷺ يقول: من قرأ الواقعة كل ليلة لم يفتقر. رواه البيهقي.
Artinya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan jatuh miskin.” (HR. Baihaqi)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, disebutkan bahwa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam memiliki keutamaan yang dapat mencegah kefakiran.
Namun, penting untuk diingat bahwa riwayat hadits ini memiliki tingkat kelemahan, sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum yang kuat.
Meskipun demikian, masih diperbolehkan untuk mengamalkannya demi mendapatkan manfaatnya, meskipun riwayat hadits tersebut lemah bukan berarti haditsnya palsu.
وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله يقول: من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة ؛ لم تصبه فاقة». رواه البيهقي وإسناده ضعيف، لكنه يعمل به في الفضائل.
Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran.” (HR. Baihaqi dan sanadnya dhaif, namun diamalkan untuk fadhilah amal).
Di sisi lain, dalam riwayat yang berasal dari Ibnu Mas’ud, terdapat penjelasan bahwa siapa pun yang membaca setiap malam surat Al-Waqi’ah, maka tidak akan pernah menderita kemiskinan. Hal ini menegaskan pentingnya membaca surat ini sebagai sarana untuk mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari kesulitan finansial.
Dalam perspektif lain, riwayat yang bersumber dari Ibnu Mas’ud ini menggambarkan bahwa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, merupakan jaminan dari kemiskinan. Pesan ini menekankan nilai spiritual membaca kitab suci sebagai cara untuk mengamankan diri dari kesulitan materi yang mungkin dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
وفي رواية أخرى عن ابن مسعود: «من قرأ في كل ليلة إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعةُ ﴾ [سورة الواقعة، الآية 1] ، لم تصبه فاقة أبداً.
Artinya: “Dan dalam riwayat lain dari Ibnu Mas’ud, “Barangsiapa membaca setiap malam surat Al-Waqi’ah ayat 1x, maka dia tidak akan pernah mengalami kefakiran.
Keutamaan membaca Surat Waqiah antara lain :
- Barang siapa yang membaca Surat Waqi’ah setiap hari, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran.
- Barang siapa yang membaca Surat Waqi’ah tiap malam, maka ia tidak akan mendapati kemiskinan selamanya.
- Memperlancar rejeki dan dijauhkan dari kemiskinan.
- Meringankan sakaratul maut dan syaf’at di hari kiamat
- Mempercepat kesembuhan dan mempermudah persalinan.
- Barang siapa yang membaca sebelum tidur, maka ia akan berjumpa Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.
- Barang siapa yang membaca Surat Waqi’ah pada malam jum’at, maka ia akan dicintai oleh Allah, dicintai manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran dan penyakit dunia
Adapun tata cara mengamalkan Do’a Surat waqi’ah
yaitu dibaca 3x setelah membaca surat Waqi’ah..
Allahumma inni as aluka maalan katsiron wani’matan adzimatan
Wa rohmatan wasi’atan sabighotan maqrunatan bitta’dzhimi
Min ghoiri kaddin wala ta’abin wala masyaqqotin
bihaqqi surotil waqi’ati
Wa bihaqqi mu’jizati sayyidina muhammadin shollallahu alaihi wasallam
Wa syafa’ati jami’il anbiya’ wal mursalin, wa karomati jami’il auliya’ was sholihin.
Yaa Allah 3x
Yaa Mujib 3x
Yaa sari’al ijabah
Wa shollallahu ala sayyidina muhammadi ninnabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in
Wal hamdulillahi robbil ‘alamin..
Like, Share… Semoga bermanfaat
.



Leave a Reply